Apa saja Pelarut Kimia untuk Proses Ekstrasi?

06 Mar 2020
Apa saja Pelarut Kimia untuk Proses Ekstrasi?

Jika pada artikel sebelumnya sudah membahas lebih detail mengenai apa itu pelarut kimia, kali ini akan sedikit berbeda karena membahas mengenai proses kimia yang terjadi seperti ekstrasi. Tapi sebelum lanjut lebih dalam, berikut pemahaman singkat tentang pelarut kimia dan jenisnya.

Pelarut kimia diartikan sebagai bahan kimia yang mampu melarutkan, mencegah hingga memisahkan zat satu dengan yang lainnya. Sifat pelarut terbagi menjadi dua, organik dan anorganik. Pelarut organic mengandung bahan dasar karbon. Dilihat dari bentuknya, dapat dibagi menjadi  tiga yaitu yang pertama pelarut hidrokarbon alifatik dan aromatic, yang kedua pelarut teroksigenasi seperti alkohol, ester, glikol, keton, dan bentuk terakhir adalah pelarut terhalogenasi contohnya hidrokarbon terklorinasi dan brominasi. Sedangkan pelarut anorganik memiliki bahan dasar sebaliknya yaitu tidak mengandung karbon seperti air yang terdiri dari hydrogen dan oksigen. 

Pada umumnya, pelarut kimia memiliki jenis yaitu Aliphatics, Alcohols, Ketones, Aromatics, Esters, Glycols, Nitro Cellulosse (NC), Petroresin Neopolymer 120, Titanium Dioxide, dan sejenisnya. Pengaplikasiannya bergaram, ada yang digunakan sebagai produk perawatan, obat, krim wajah, pembersih, perekat, produk seperti cat. Masuk dalam pembahasan ekstrasi, pasti banyak yang menanyakan apa itu proses ekstrasi, jenis pelarut apa yang baik digunakan? Serta bagaimana proses tersebut dilakukan? Simak penjelasan berikut ini. 

Apa itu ekstrasi?

Pada penelitan ilmiah, ekstrasi merupakan proses mencampurkan pelarut kimia dengan zat lain yang bertujuan agar kandungan senyawa kimia dapat terpisahkan dengan ekstrasi pada ke cair atau cair ke cair. 

Bagaimana proses ekstrasi larutan kimia terjadi?

Contoh nyatanya misalnya Anda sedang menyeduh teh, komponen organik yang berada pada air kemudian mengalir ke pelarut sehingga kehilangan komponen organiknya dari air yang berbentuk bening kemudian berubah menjadi air teh. Berbeda jika Anda memasukkan alkohol ke dalam air. Tidak akan terjadi proses ekstrasi. Nah, ekstrasi terbaik yang dapat digunakan pada industri adalah cair ke cair karena ekstraknya dapat didaur ulang sehingga mengurangi tanggjung jawab industri atau perusahaan.

Dalam tahapan industri, meminimalisirkan biaya perusahaan dapat menghemat pengeluaran yang artinya sangat baik untuk kelancaran keuangan. Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai pelarut kimia atau sedang mencari distributor bahan kimia di Indonesia, hubungi Indochem di 021 5694 0000 untuk pertanyaan lebih lanjut.